Pernahkah Anda ingin membuat iklan Google Ads untuk bisnis, tetapi justru bingung harus mulai dari mana?
Anda mungkin sudah tahu bahwa iklan Google sangat penting untuk menjaring calon pelanggan yang sedang aktif mencari produk Anda. Namun, ketika mulai membuatnya, muncul banyak pertanyaan: Kata apa yang harus dipakai? Bagaimana biar singkat tapi menarik? Berapa banyak variasi yang harus dibuat? Dan bagaimana memastikan iklan tersebut tidak sekadar membuang anggaran?
Tenang. Anda tidak perlu menjadi copywriter ahli atau menatap layar kosong berjam-jam untuk memulainya.
Dalam artikel ini, Anda akan belajar membuat copy iklan Google menggunakan HubSpot Campaign Assistant, mulai dari menyiapkan informasi dasar hingga menghasilkan variasi iklan yang siap tayang.
Jangan Langsung Menekan Tombol “Generate”
Ada satu kesalahan yang sering terjadi ketika menggunakan tools AI: langsung masuk ke halaman tools, mengisi kolom isian secara asal-asalan, dan berharap AI langsung menghasilkan iklan yang menghasilkan penjualan.
Cara tersebut memang bisa menghasilkan teks iklan. Namun, hasilnya akan sangat generik, kaku, dan tidak mencerminkan bisnis Anda.
Iklan Google yang bagus harus dibangun dari pemahaman tujuan, audiens, dan kata kunci yang spesifik. AI (dalam hal ini HubSpot Campaign Assistant) hanya akan bekerja sebaik data dan konteks yang Anda berikan. Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:
Langkah 1: Masuk ke Campaign Assistant dan Pilih Format Iklan
Sebelum mulai menulis, pastikan Anda berada di tempat yang tepat.
Buka Campaign Asistant, Lalu log in menggunakan akun Hubspot Kamu, [1-1]

[1-1]
halaman utama, Anda akan melihat beberapa pilihan format aset.
Karena kita fokus pada mesin pencari Google, pilih opsi Google Search Ads. [1-2]

[1-2]
Langkah 2: Tuliskan Tujuan Iklan dan Deskripsi Singkat Perusahaan
AI tidak bisa membaca pikiran Anda. Anda harus memberi tahu secara eksplisit apa yang ingin dicapai dan siapa Anda.
Di kolom “What is your Google Search Ad about?”, tuliskan tujuan utama kampanye Anda. [2-1]

[2-1]
Misalnya: “Meningkatkan penjualan software akuntansi untuk UMKM” atau “Mendapatkan lebih banyak lead untuk jasa konsultasi keuangan.”
Selanjutnya, di kolom “What do you want your audience to know about?”, masukkan 3 deskripsi singkat tentang perusahaan atau produk Anda. Ini akan menjadi fondasi pesan iklan Anda. [2-2]

[2-2]
Contoh isi:
- Software akuntansi otomatis berbasis cloud.
- Cocok untuk UMKM yang tidak punya background akuntansi.
- Fitur laporan pajak terintegrasi dan dukungan pelanggan 24/7.
Dengan memberikan 3 poin ini, AI akan memahami nilai unik (Unique Selling Point) dari bisnis Anda dan tidak akan membuat iklan yang melenceng.
Langkah 3: Masukkan Kata Kunci Spesifik dan Tujuan Akhir Audiens
Kata kunci dan tujuan akhir adalah arah yang Anda berikan kepada pembaca.
Di kolom keyword, masukkan istilah yang spesifik dan relevan. Jangan gunakan kata kunci yang terlalu umum. [3-1]

[3-1]
Misalnya, daripada hanya menulis “software”, tulislah “software akuntansi UMKM” atau “aplikasi pembukuan otomatis”.
Setelah itu, tuliskan tujuan akhir yang diharapkan dari audiens (What do you want your audience to do?). Apa yang ingin mereka lakukan setelah melihat iklan? [3-2]

[3-2]
Misalnya: “Mendaftar trial gratis selama 14 hari” atau “Mengunduh e-book panduan pajak”.
Terakhir, pilih maksimal 3 gaya bahasa (tone of voice) yang paling mencerminkan identitas brand Anda. [3-3]

[3-3]
Apakah profesional, persuasif, informatif, atau santai? Pilihan ini akan memastikan iklan yang dihasilkan terdengar seperti “suara” brand Anda.
Langkah 4: Generate Konten, Review, dan Personalisasi
Setelah semua kolom terisi dengan jelas, klik tombol Generate Content. [4-1]

[4-1]
Dalam hitungan detik, Campaign Assistant akan memproses inputan Anda dan menghasilkan beberapa variasi judul serta deskripsi iklan di panel sebelah kanan. [4-2]

Ekspektasi hasil:
Anda akan melihat beberapa opsi copy yang menggabungkan kata kunci, deskripsi perusahaan, dan Call to Action (tujuan audiens) yang sudah Anda masukkan. AI akan memberikan variasi yang berbeda-beda.
Penting: Jangan langsung di-copy-paste mentah-mentah. Gunakan hasil ini sebagai draf awal. Baca ulang, sesuaikan dengan batas karakter Google Ads, dan tambahkan sentuhan personal jika ada detail spesifik yang belum tertangkap oleh AI. Jika hasilnya belum pas, Anda bisa mengubah sedikit inputan di panel kiri dan klik Regenerate (Anda bisa melakukan ini hingga 10 kali).
Setelah Iklan Google Jadi, Apa yang Harus Dilakukan?
Iklan yang dibuat dengan AI bukan berarti langsung bisa ditinggal tidur dan dibiarkan berjalan sendiri.
Gunakan hasil generate tersebut sebagai bahan baku, lalu lakukan hal berikut:
- Uji Coba (A/B Testing): Pasang 2 atau 3 variasi iklan yang di-generate secara bersamaan untuk melihat mana yang memiliki Click-Through Rate (CTR) tertinggi.
- Integrasi dengan Landing Page: Pastikan pesan di iklan Google Ads selaras dengan halaman tujuan. Jika di iklan Anda menjanjikan “Trial Gratis”, pastikan tombol di landing page juga mengarah ke formulir pendaftaran tersebut.
- Pantau Performa: Jika Anda menggunakan HubSpot Marketing Hub, hubungkan akun iklan Anda untuk melacak metrik performa dan membangun kampanye re-engagement secara otomatis.
Daripada bertanya:
“Bagaimana cara membuat teks iklan yang sedang viral?”
Anda dapat mulai bertanya:
“Apakah copy iklan yang dibuat AI ini sudah cukup jelas menyampaikan solusi atas masalah yang sedang dicari oleh target audiens saya di Google?”
Pertanyaan tersebut membuat aktivitas periklanan Anda lebih berfokus pada konversi, bukan sekadar kata-kata indah.
Kesimpulan
Membuat iklan Google menggunakan AI HubSpot Campaign Assistant sebenarnya tidak harus menyita waktu dan menguras energi.
Yang perlu diingat, AI bukan pengganti strategi marketing Anda. AI adalah asisten yang membantu Anda menuangkan ide menjadi draf copy yang rapi, terstruktur, dan bebas dari writer’s block dalam hitungan detik.
Jika hasil pertama kurang memuaskan, perbaiki input Anda (tujuan, deskripsi, kata kunci). Semakin spesifik Anda memberikan konteks, semakin tajam hasil iklan yang dihasilkan.
Dengan cara ini, Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan kalimat pembuka atau menghabiskan waktu berjam-jam untuk revisi. Cukup siapkan strategi, isi kolom di Campaign Assistant, dan biarkan AI membantu Anda membuat iklan yang siap tayang.
Referensi
- https://www.hubspot.com/campaign-assistant/ai-google-ads-copy-generator
- https://knowledge.hubspot.com/campaigns/campaign-assistant
- https://www.hubspot.com/campaign-assistant/ai-for-advertising


